Sejarah Makkah - Dari Awal Mula hingga Menjadi Kota Suci
Artikel ini mengulas sejarah Makkah, mulai dari pendirian kota oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, hingga perkembangan Makkah sebagai pusat agama dan perdagangan. Temukan informasi penting tentang peran Makkah dalam sejarah Islam.
Baca juga: Paket Umroh Iktikaf Di Pangandaran Layanan Eksklusif Dan Paket Lengkap Untuk Umroh Yang Penuh Keberkahan. Ayo Umroh Bersama Kami, Ciptakan Momen Ibadah yang Indah dan Tak Terlupakan di Tahun 2025-2028! Apakah Anda ingin mewujudkan ibadah umroh yang membawa kedamaian dan makna mendalam? Kami menghadirkan solusi terbaik dengan berbagai untuk keberangkatan tahun 2025 hingga 2028 . Mulai dari |
Sejarah Makkah
Pemandangan Kota Mekkah dari Jabal Nur.
Perkembangan kota Makkah tidak terlepas dari keberadaan Nabi Ismail dan Hajar sebagai penduduk pertama kota ini yang ditempatkan oleh Nabi Ibrahim atas perintah Allah. Pada perkembangannya, muncul orang-orang Jurhum yang akhirnya tinggal di sana. Nabi Ismail menikah dengan putri Muzaz bin Amr (seorang tokoh dari kabilah Jurhum). Keturunan Nabi Ismail dari pernikahan ini kemudian berkembang menjadi penduduk Makkah.
Pada masa berikutnya, kota ini dipimpin oleh Quraisy, yang merupakan kabilah atau suku utama di Jazirah Arab karena memiliki hak pemeliharaan terhadap Ka'bah. Suku ini terkenal dalam bidang perdagangan, bahkan pada masa itu aktivitas dagang mereka dikenal hingga Damaskus, Palestina, dan Afrika. Tokoh sebagai kepala kabilah Quraisy adalah Qussai yang dilanjutkan oleh Abdul Muthalib. Pada saat itu, Makkah tidak berbentuk kerajaan, melainkan hanya sebagai tempat tinggal suku Quraisy. Pada musim panas, suku Quraisy biasa pindah ke Syam, sedangkan pada musim dingin pindah ke Yaman. Meskipun demikian, sudah ada pembagian jabatan di Makkah, di antaranya:
- Hijabah (pemegang kunci pintu Ka'bah)
- Siqaayah (pengawas mata air zam-zam)
- Rifaadah (penyedia makanan bagi tamu Makkah)
- Liwaa' (pengatur panji perang)
- Qiyaadah (pemimpin pasukan perang)
Pada tahun 571, Nabi Muhammad, keturunan langsung dari Nabi Ismail serta Qussai, lahir di kota ini dan tumbuh dewasa. Pertama kali menerima wahyu dari Allah, namun ajarannya ditolak kaumnya yang saat itu masih berada dalam kegelapan pemikiran (Jahiliah), sehingga berpindah ke Madinah. Setelah Madinah berkembang, akhirnya Nabi Muhammad kembali ke Makkah dalam misi membebaskan kota Makkah tanpa pertumpahan darah yang dikenal dengan Fathul Makkah pada tahun 630 (8 Hijriyah).
Pada masa selanjutnya, Makkah berada di bawah administrasi Khulafaur Rasyidin. Pada masa ini, Makkah tidak dijadikan pusat pemerintahan. Pusat pemerintahan Khulafaur Rasyidin tetap berada di Madinah. Setelah itu, Makkah berada di bawah administrasi para Khalifah yang saat itu berkuasa di Damaskus (Dinasti Ummayyah), Bagdad (Dinasti Abbasiyah), dan Istanbul (Usmaniah). Kemudian setelah hancurnya sistem kekhalifahan, kota ini dikuasai oleh Syarif Makkah yang ikut melawan pemerintah Usmaniah dan tak selang beberapa lama berhasil direbut dan disatukan dalam pemerintahan Arab Saudi oleh Abdul Aziz bin Saud yang kemudian menjadi pelayan bagi kedua kota suci Islam, Makkah dan Madinah.
Pemerintahan
Sistem administrasi pemerintahan Kota Makkah dipimpin oleh seorang wali kota (disebut amir) yang ditunjuk oleh Pemerintah Arab Saudi dan dibantu oleh majelis dewan kota yang dipilih oleh masyarakat setempat sebanyak empat belas orang. Kota Makkah juga merupakan ibu kota dari Provinsi Makkah, di mana sejak tanggal 16 Mei 2007, yang diangkat menjadi Gubernur provinsi tersebut adalah Pangeran Khalid Al Faisal.
Ekonomi
Kota Makkah dikenal sebagai kota dagang. Pada masa lalu, kota ini dikenal dengan jalur perdagangan antara Yaman-Mekkah-Madinah-Damsyiq (Damaskus) dengan penghasilan sekali pemberangkatan kafilah mencapai 600.000 pound. Selain dikenal sebagai kota dagang, ekonomi juga bertumpu pada pertanian dan peternakan serta pelayanan jasa untuk jemaah haji, di antaranya usaha perhotelan dan penginapan.
Pendidikan
Sebagai pusat agama Islam selain Madinah, kota ini memiliki pusat-pusat pendidikan dan pengajaran agama Islam. Pendidikan formal telah mulai dikembangkan sejak akhir periode Usmani dan terus berkembang. Pada tahun 1912, Muhammad Ali Zaynal ʿRidha, seorang pedagang dari Jeddah, mendirikan Madrasah al-Falah di Makkah dengan biaya waktu itu £400.000. Sampai pada tahun 2005, di Makkah terdapat 532 sekolah umum atau swasta untuk pria dan 681 sekolah umum atau swasta untuk siswa perempuan. Perguruan tinggi pertama kali didirikan di kota ini adalah sekitar tahun 1949, dengan nama Kulliyyat al-Shar'ía, yang kemudian menjadi Fakultas Shar'iah dari Universitas King Abdul Aziz yang berada di Jeddah.

Kesehatan
Sebagai kota suci umat Islam dan tempat menunaikan ibadah haji, kota Makkah setiap tahunnya menerima kunjungan dari umat Islam dari berbagai negara. Fasilitas kesehatan merupakan fasilitas pendukung utama yang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Arab Saudi.
Masjidilharam
Masjidilharam, kadang kala disebut juga dengan Masjid al-Haram, merupakan masjid yang terletak di Kota Makkah Al Mukharamah, yang dibangun mengelilingi Ka'bah, yang menjadi arah kiblat umat Islam dalam mengerjakan ibadah salat. Selain itu, di masjid inilah salah satu rukun ibadah haji yang wajib dilakukan umat Islam, yaitu tawaf, mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali. Berdasarkan hukum yang berlaku di Arab Saudi, bagi non-Muslim tidak diizinkan memasuki kota Makkah.
Ka'bah
Ka'bah merupakan sebuah bangunan yang mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Kota Makkah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi umat Islam dan menjadi patokan arah kiblat untuk ibadah salat bagi umat Islam di seluruh dunia.
Air Zamzam
Zamzam merupakan nama air yang diperoleh dari sebuah sumur mata air bawah tanah yang terletak dalam kawasan Masjidilharam, sebelah tenggara Ka'bah, dengan kedalaman sekitar 42 meter. Air zamzam ini merupakan sumber air bersih utama bagi kota Makkah. Selain dikonsumsi untuk air minum, air ini juga digunakan sebagai air wudu bagi jemaah yang akan melakukan ibadah salat di Masjidilharam