Seruit: Kuliner Khas Lampung dengan Filosofi Kekeluargaan
Seruit adalah makanan khas dari Provinsi Lampung yang mencerminkan keunikan budaya kuliner masyarakat setempat. Hidangan ini terdiri dari ikan yang dipadukan dengan biji timun, terong, sambal, dan bahan pelengkap seperti tempoyak (fermentasi durian), lalapan, atau mangga kweni muda. Seruit sering dinikmati dalam kebersamaan, baik dalam acara keluarga maupun pertemuan masyarakat, yang turut menggambarkan nilai-nilai kekeluargaan masyarakat Lampung.
Baca juga: Biaya Umroh Ramadhan Di Cirebon Layanan Eksklusif Dan Paket Lengkap Untuk Umroh Yang Penuh Keberkahan. Bersama Kami, Jalani Umroh yang Khusyuk dan Berarti di Tahun 2025-2028! Apakah Anda mendambakan yang tidak hanya ibadah tetapi juga menjadi kenangan spiritual sepanjang hayat? Kami menyediakan beragam paket lengkap dan terpercaya untuk keberangkatan tahun 2025 hingga 2028 . Mulai |
Di wilayah Way Kanan, Seruit ditambah dengan air jeruk lesom (air aren yang digunakan untuk membuat gula aren yang tidak jadi), dan di kebudayaan adat Lampung Pesisir, Seruit cenderung lebih berkuah.
Filosofi Seruit
Seruit bukan hanya sekadar makanan khas Lampung, tetapi juga memiliki nilai filosofis yang mendalam. Dalam bahasa Lampung, kata "nyeruit" atau "muju" sering digunakan sebagai ajakan untuk berkumpul dan menikmati hidangan bersama-sama. Tradisi ini mencerminkan kebersamaan, keakraban, dan kedekatan antar keluarga, teman, serta kerabat. Momen menyantap seruit bersama mempererat hubungan sosial dan solidaritas di tengah komunitas. Oleh karena itu, seruit sering kali dihidangkan dalam acara keluarga, pernikahan, upacara keagamaan, dan acara adat lainnya.
Ciri Khas Seruit
Meskipun terlihat mirip dengan ikan bakar bumbu atau pecel lele, Seruit khas Lampung memiliki ciri khas tersendiri. Pembuatan seruit biasanya menggunakan ikan sungai, seperti ikan belida, layis, baung, dan lain-lain. Selain ikan sungai, ikan air tawar juga sering digunakan sebagai alternatif. Keistimewaan lainnya terletak pada penggunaan tempoyak, yaitu durian matang yang difermentasi. Tempoyak diolah dengan cara menggarami daging durian matang agar terfermentasi, kemudian dihaluskan.
Resep Seruit Khas Lampung
Untuk membuat seruit, bahan-bahan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu bahan ikan dan bahan sambal. Berikut adalah resep Seruit menggunakan ikan patin bakar.
Bahan Ikan:
- Ikan patin, baung, gabus, toman
- Tempoyak
- Jeruk nipis
- Minyak goreng
- Kecap manis
- Ketumbar bubuk
Bahan Sambal Dilan:
- Garam
- Cabai rawit
- Buah rampai
- Jeruk limau
- Gula pasir
- Cabai keriting
- Bawang merah
- Mangga kuweni (diiris halus)
- Terasi (dilan), dibakar
Bahan Pelengkap:
- Daun kemangi
- Daun kenikir/suring
- Jeruk nipis/lime
- Terong ungu (dibakar/digoreng)
- Petai bakar/kukus
- Mentimun
- Temu mangga
- Jaling/kabau
Cara Membuat:
- Cuci ikan patin hingga bersih, lalu lumuri dengan air jeruk nipis, garam, bawang putih, dan jahe cincang. Diamkan selama 15 menit.
- Bakar ikan patin selama 10 menit, angkat, lalu olesi dengan kecap manis dan ketumbar, dan bakar kembali hingga matang.
- Haluskan cabai rawit, bawang merah, terasi bakar, dan mangga kuweni.
- Tambahkan garam, gula, rampai, serta perasan jeruk limau, lalu haluskan kembali.
- Tambahkan tempoyak dan aduk rata.
- Campurkan daging ikan, biji timun yang telah dikerok, dan terong goreng ke dalam sambal, aduk dengan sendok atau tangan.
- Sajikan Seruit dengan nasi hangat.
Pranala
Seruit Recipes (Diarsipkan 2011-02-09 di Wayback Machine)
Referensi:
- Amalia, R (2020). Warisan Kuliner Nusantara: Eksplorasi Rasa dari Sabang sampai Merauke. Gramedia Pustaka Utama.
- Daniswari, Dini (2022-12-12). "Seruit, Makanan Khas Lampung: Pengertian, Filosofi, dan Cara Penyajian". Kompas.com.
- Admin (2021-11-24). "Seruit Khas Lampung, Kuliner Sambal Ikan". JejakPejalanKaki.
- Fadyla, Putri. "Resep Seruit dan Sambal Seruit Khas Lampung, Lengkap dengan Cara Menyantapnya". detiksumbagsel.